Sudah 3 hari ini aku demam. Demamnya memang gak stabil, suka naik turun. Sayang.. termometernya belum dibelikan. Jadinya kalo panas mulai naik, aku hanya dikompres dan dikasih obat panadol. Tapi ibu sempat khawatir. Sementara ini aku hanya diobservasi dulu. Kata ibu sih kalo demamnya diserta batuk pilek berarti gak perlu dikhawatirkan. Tapi kali ini ibu agak khawatir dan udah bilang ke ayah. Jadi, demamku naik turun, pileknya cuma dikit, batuknya kagak ada. Yg dikhawatirkan adalah demam berdarah, apalagi sekarang sedang musimnya. Jadi, sekali lagi sementara diobservasi sampai Senin pagi besok. Kalo suhunya masih naik turun, ya harus segera ke dokter.
Treatment sementara yg dilakukan ibu adalah menurunkan panas tanpa obat. Yaitu dengan menyeka seluruh permukaan tubuhku dengan handuk/kain yd dibasahi air hangat. Menurut ahli, tindakan ini akan melancarkan sirkulasi darah dan membuka pori-pori kulit sehingga memberikan kesempatan panas keluar dari tubuh ke lingkungan sekitarnya. Ohya ruang ventilasi yang baik di mana udara berlangsung secara teratur atau kamar ber- AC, sangat dianjurkan untuk merawat penderita demam.
Ohya tadi ibu sempat buka file ttg gejala2 demam berdarah sbb:
Kapak kita mencurigai Dengue? Dengue harus dicurigai pada saat kita terkena demam secara mendadak. Demam tinggi sekitar 103-105 ºF atau 39-40 ºC yang disertai sakit kepala hebat (umumnya di dahi), sakit di belakang mata, badan ngilu dan sakit, bercak merah di kulit serta mual atau muntah. Demam akan terjadi selama 5-7 hari. Pada beberapa pasien, panas akan turun di hari ke-3 atau ke-4 tetapi hari berikutnya naik lagi. Semua gejala dan tanda-tanda di atas terkadang tidak timbul pada penderita. Pasien merasa sangat tidak nyaman setelah sakit.
—
Hari ini ibu mencatat kronologi demamku, sbb:
- Rabu (22 Aug 2007) -> demam gak diukur, lagian msh ada batpil-nya
- Kamis (23 Aug 2007) -> msh demam, gak masuk sekolah, istirahat di rumah, bobo’ cukup lama
- Jum’at (24 Aug 2007) -> udah masuk sekolah lagi sampai sore, malamnya demam lagi
- Sabtu (25 Aug 2007) -> pulang sekolah jam 10.30 langsung tidur sampai jam 12-an siang, bangun tidur demam naik turun, malamnya juga
- Minggu (26 Aug 2007) -> seharian demam, turun sedikit sekali tapi dah sore, gak bisa bobo’ pdhal sudah minum Panadol
Suhu yg terukur hari Minggu ini:
- Jam 13:00 -> 40 der C -> minum Panadol pertama
- Jam 14:30 -> 39,5 der C
- Jam 17:45 -> 38,5 der C -> minum Panadol kedua
Dari siang sampai sore dikompres terus pakai air hangat.
—
Abis Maghrib aku dibawa ibu & ayah ke RS Panti Rapih. Disana diperiksa dokter umum, bukan dokter SPAK. Tapi dokter yg ini lumayan baik, artinya mau menjelaskan hal2 yg perlu kami ketahui.
Karena panasku terus menerus tanpa disertai batpil, jadi ada kecurigaan penyakit tertentu. Akhirnya aku diperiksa darah di laboratorium. Pas diambil darah aku cukup kesakitan, tapi aku gak nangis loh… Orang2 pada senyum lihat aku yg “lucu” pasca pengambilan darah. Setelah hasil tes keluar, ibu langsung melihatnya. Alhamdulillah kecurigaan demam berdarah langsung sirna karena Trombosit masih dalam batas normal 320 (rentang 150-450), kecurigaan flu jg gak ada karena Monosit jug normal 7.9 (rentang 0.0 – 11.2). Tapi ibu sempat kaget karena yg diatas normal (diatas rata2) adalah Lekosit-ku.
Oleh dokter dipesan supaya kalo 2 hari kedepan masih demam terus, musti balik ke dokter lagi, dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara ini dikasih obat jalan (wah.. lumayan banyak obatku..). Plus pesan2 harus makan banyak dan bergizi, minum banyak agar gak dehidrasi, istirahat dulu. Jadinya aku gak sekolah dulu 3 hari (Senin sampai Rabu).
Ya Allah… beri saya kesembuhan…
—
Posting ttg pemeriksaan darah ada disini.
—
Info2 lain yg didapat Ibu:
Kelebihan leukosit disebut dengan Leukositosis. Adanya leukositosis menunjukkan adanya infeksi. Infeksi bisa di mana-mana. Dengan menemukan tanda-tanda yang lain Dokter dapat menentukan apa Diagnosanya. Bila ada leukositosis dan sakit tenggorok dan pada pemeriksaan pandang tampak Tenggorokan merah sekali ditambah ada demam 1-2 hari maka Diagnosanya Radang Tenggorokan akut. Jadi dalam menegakkan diagnosa penyakit tidak dilihat hanya sepotong-potong tetapi secara menyeluruh dan itu ada seninya yang telah dipelajari oleh Dokter.


Recent Comments